Bulan: Desember 2016

Pernah Berjaya Dengan Kebun Kelapa, Komoditas Jagung Kini Unggulan Sukabhakti (Contoh Potensi Desa)

PALAS – Wilayah desa yang perbukitan menjadikan Desa Sukabhakti, Kecamatan Palas kaya akan potensi alam. Selain sektor pertanian yang kuat, desa dengan luas sekitar 1.500 hektar ini juga memiliki potensi perkebunan yang baik. Dari luas wilayah itu hampir 80 persen lahan yang ada di Sukabhakti merupakan lahan-lahan produktif pertanian. Rinciannya sawah sebanyak 229 hektar dan jagung sebanyak 869 hektar. Lalu perkebunan sebanyak 342 hektar. Wajar jika rata-rata penduduk Sukabhakti berprofesi sebagai petani. Kepala Desa Sukabhakti Yato Suyanto mengakui potensi pertanian dan perkebunan itu. Menurut dia, pemerintah desa saat ini terus mengembangkan potensi pertanian. Padahal sebelumnya hampir seluruh wilayah Sukabhakti merupakan lahan perkebunan kelapa dalam yang jaya pada eranya. “Sekarang ini kelapa-kelapanya banyak ditebang berubah menjadi lahan-lahan pertanian padi dan jagung,” ungkap Yato kepada Radar Lamsel dalam wawancara di Desa Sukabhakti, Selasa (7/6). Menurut Yato lahan perkebunan kelapa tetap dipertahankan. Meski tidak seluas dulu sejumlah wilayah desa masih terdapat perkebunan kelapa. Yato mengungkapkan beralihnya masyarakat berkebun kelapa ke pertanian sawah dan jagung lantaran harga yang anjlok. “Yang utama karena harga yang tidak sesuai lagi. Belum lagi usia produksi kelapa yang tidak maksimal. Alhamdulillah, belum lama ini ada peremajaan kelapa,” ungkap Yato. Selain padi dan jagung, Desa Sukabhakti juga mengembangkan potensi perkebunan pisang. Varian pisang tanduk paling banyak dikembangkan didesa ini. Termasuk beberapa diantaranya merupakan varian kepok, muli dan jantan. “Hampir sama lah kalau pisang dengan desa lainnya yang ada di...

Read More

Potensi Sumber Air di Desa Cikarawang, Air untuk 3 Kota Sekitar (Contoh Potensi Desa)

Desa Cikarawang adalah desa yang berada di kec. Dramaga kab. Bogor. Desa ini terletak tidak jauh dari sebu kampus pertanian terkenal di indonesia, Institut pertanian bogor. Desa ini memegang potenao sumber air yg besar, di lihat dari di temukannya banyak sumber mata air jernih di desa ini. Sumber mata air ini tudak pernah kering sepanjang tahun, bahkan di musim kemarau...

Read More

Potensi Energi Panas Bumi (geothermal) Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara (Contoh Potensi Desa)

(Berita Daerah – Banjarnegara) Petani membawa hasil panen diperladangan disekitar sumur panas bumi (geothermal), kawasan dataran tinggi Dieng, Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jateng Senin (5/5). Menurut Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Puslitbangtek Ketenagalistrikan, EBT dan KE) potensi energi panas bumi Indonesia adalah yang terbesar didunia, yaitu sekitar 40 persen atau 29GW namun yang dimanfaatkan baru sekitar 1,3GW....

Read More

Yuk Menjelajah Situs Gunung Padang di Desa Kami Majenang (Contoh Warta Warga)

Purwokertokita.com – Situs Pabahana terbentuk sekitar 5,2-12 juta tahun lalu. Ada patahan yang membentuknya. Situs Pabahan merupakan suatu tubuh batuan beku yang berupa retas andesit dengan pola struktur kekar kolom akibat adanya tegasan ketika mendingin dan mengkerut. Struktur kekar kolom, umumnya berbentuk pola prisma segi lima, empat, enam maupun delapan yang banyak dijumpai di tempat itu. (Baca tulisan selengkapnya misteri Gunung Padang Majenang di situs ini) Foto dan teks: Aris...

Read More

Kronologi Ambruknya Jembatan Apung Kampung Laut (Contoh Kabar Desa)

Purwokertokita.com – Terkait runtuhnya Jembatan Apung di Cilacap, Jawa Tengah, pada hari ini Kamis (1/12), Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Herry Vaza menyampaikan kronologi kejadian ambruknya jembatan berdimensi lebar 2 meter dan panjang 71 meter tersebut. Pada Senin, 21 November 2016, pihaknya telah memasang portal/palang pada jembatan apung sebagai tanda larangan agar penduduk tidak melintasi jembatan karena akan dilakukan setting akhir jembatan. “Pada Rabu, 30 November 2016, dilakukan penyambungan jembatan pendekat dengan dudukan jembatan didarat (abutmen) pada kedua sisi dan berhasil tersambung. Selanjutnya pada hari yang sama dilakukan ujicoba perlintasan sepeda motor untuk mengevaluasi kehandalan sambungan antara abutmen dan jembatan pendekat,” jelas Harry dalam pesan elektroniknya, Kamis malam (01/12). Setelah dilakukan uji coba, kata Harry, diputuskan untuk dilakukan pemasangan pengunci ponton (mooring) pada keesokan harinya yaitu pada Kamis, 1 Desember 2016. Kemudian, sekitar pukul 09.00 WIB, dilakukan pekerjaan finalisasi pemasangan tiang pengunci ponton dengan cara menegangkan kabel sling yang sudah terpasang. “saat pekerjaan pemasangan belum selesai dan tim konstruksi beristirahat, pada pukul 12.15 WIB, beberapa warga dan anak-anak yang baru selesai sekolah melintasi dan berkumpul di tengah bentang jembatan, sehingga sekitar 1 menit kemudian jembatan melengkung dan patah pada bagian tengah bentang,” jelas Herry. Dilaporkan, tidak ada korban dalam kejadian ini. Semua tim dibantu warga saling bahu membahu untuk melakukan perbaikan jembatan ini....

Read More
  • 1
  • 2